Tuesday, June 10, 2014
Industri Tanaman di Pulau Jawa Maju Pesat
Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan berharap kemajuan teknologi industri kehutanan berbasis hutan tanaman di Pulau Jawa yang maju pesat bisa ditularkan ke wilayah lain. Pulau Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan lainnya sangat luas sehingga bila pengembangan hutan tanaman bisa maksimal maka hasilnya akan meningkatkan perekonomian wilayah. Hal itu disampaikan Menhut di hadapan ribuan karyawan PT Kayu Lapis Indonesia (KLI) di Desa Mororejo, Kaliwungu, Kendal,Jawa Tengah, Senin (7/4). Menhut mengapresiasi dan mendukung KLI karena menyerap ribuan tenaga kerja di Kendal dan sekitarnya.
Sumber bahan baku kayu sengon yang menjadi napas industri ini berasal dari hutan tanaman rakyat (HTR) ataupun hutan kemasyarakatan (HKm).Menurut Zulkifli, hal ini menjadi iklim usaha yang positif dan berkelanjutan di bidang kehutanan karena bahan baku ditanam masyarakat dan diserap langsung oleh industri. Pada 2013, paparnya, produksi kayu olahan mencapai 50 juta m3, 80%-nya berasal dari Pulau Jawa. Sebanyak 375 pabrik industri perkayuan telah ada dan tumbuh pesat di Pulau Jawa, sebagian untuk pasar ekspor. Menjadi contoh “Karena itu, saya berharap apa yang telah dilakukan di Pulau Jawa dengan turut melibatkan peran serta masyarakat sebagai penyedia bahan baku, dapat ditularkan dan menjadi contoh untuk saudara-saudara kita di luar Pulau Jawa. Hutan alam tetap terjaga, hutan produksi terus dikembangkan,” ujarnya. Menhut mengatakan, revitalisasi pemanfaatan hutan dan industri kehutanan merupakan salah satu dari 6 Kebijakan Prioritas Kementerian Kehutanan 2009-2014. Trend pergeseran sumber bahan baku terlihat pada struktur pemenuhan bahan baku IPHHK kapasitas produksi di atas 6.000 m3/tahun selama 8 tahun terakhir (2005-2013) di mana pemenuhan bahan baku dari hutan alam (IUPHHK-HA dan IPK) cenderung menurun, yaitu 20,50 juta m3 pada 2005 menjadi 5,54 juta m3 pada 2013.
Di sisi lain, pemenuhan bahan baku dari hutan tanaman (IUPHHK-HT dan HR) memperlihatkan peningkatan signifikan, yakni 11,22 juta m3 pada 2005 menjadi 39,80 juta m3 pada 2013. Hutan tanaman ke depan, katanya, akan menjadi tulang punggung industri perkayuan nasional. Jumlah industri kehutanan pun meningkat.
Syarat dan Ketentuan menjadi Master Stockist dan Gis Center Gisforlife
Bagi yang ingin menjadi Master Stockist dan Gis Center dari Gisforlife bisa membaca syarat dan ketentuannya di bawah ini:
MASTER STOCKIST
Syarat dan Ketentuan
1. Belanja minimal 15 juta berupa tool & kartu pasif
2. Memiliki ruangan ukuran 4x6 meter
3. Menyediakan 2 PC lengkap (1 untuk admin MS, 1 untuk member)
4. Layanan internet
5. Printer yang bisa scan 1 (satu) buah
6. Menyediakan meja dan kursi standar pelayanan
Keuntungan
Mendapat profit margin sebesar 2% dari total omzet (Produk pasif/tool dan aktifasi) atau
Mendapat profit margin sebesar 3% dari total omzet jika dalam sebulan omzet ≥ 50 juta
GIS CENTER
Syarat dan Ketentuan
1. Belanja minimal 30 juta berupa tool & kartu pasif
2. Memiliki ruangan ukuran 80 meter persegi (didalamnya termasuk ruang presentasi)
3. Menyediakan 4 PC lengkap (1 untuk admin GC, 3 untuk member)
4. Layanan internet
5. Printer yang bisa scan 1 (satu) buah
6. Menyediakan meja dan kursi standar pelayanan
7. Menyediakan kursi minimal 30 untuk presentasi
8. Menyediakan infokus dan layar
Keuntungan
Mendapat profit margin sebesar 4% dari total omzet (Produk pasif/tool dan aktifasi) atau
Mendapat profit margin sebesar 5% dari total omzet jika dalam sebulan omzet ≥ 100 juta
GIS Center bisa membuka atau mensupply MS
PENDAFTARAN:
Transfer Via:
BCA : 7770830880 an. Wira Pradana
Mandiri : 1300004974930 an. Wira Pradana
BSM : 0070000333 an. PT. Global Media Nusantara
BNI : 164905059 an. Wira Pradana
E Money: 087823977484 an. PT. Global Media Nusantara
Format Konfirmasi SMS:
Daftar#nama#MS/GC#nominal#tgl#bank#keterangan
Contoh:
DAFTAR#ARIF#MS#15.000.000#14-04-2014#bca#via e-banking
Kirim ke: 087824672011 dan 081910198311
Catatan:
- 15juta/30 juta itu termasuk ongkos kirim
- Produk disesuaikan oleh Pusat
Monday, June 9, 2014
Green Property I-Gist
Green Property I-Gist adalah program yang ditawarkan kepada Anda untuk memiliki aset properti bukan dalam bentuk tanah dan bangunan melainkan dalam bentuk "kayu". Dengan Green Property Anda berkesempatan untuk memiliki bisnis dalam bidang perkayuan yang sepanjang sejarah tidak pernah turun harganya.
Momentum bisnis perkayuan sangat baik karena kebutuhan kayu yang sangat tinggi dan terus menerus, sedangkan suplai sangat rendah sehingga harga kayu cenderung meningkat setiap tahunnya. Dengan kata lain, kayu merupakan properti yang tidak kalah nilainya jika dibandingkan properti lainnya berupa tanah dan bangunan.
Berikut adalah perbandingan antara Bisnis Properti Umum dan Green Property
GREEN PROPERTY
|
PROPERTY UMUM
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Selain itu, mengembangkan Hutan Tanaman
Rakyat (HTR) melalui "Green Property" akan mendapatkan banyak
fasilitas-fasilitas yang dapat memudahkan dan menguntungkan Anda, misalnya :
- Gratis
pencarian lahan
- Gratis
penanaman dan perawatan sampai dengan masa panen
- Gratis
pengurusan legalitas dan sertifikasi
- Gratis
pendampingan tenaga ahli
- Gratis
sistem monitoring dan pelaporan
- Gratis
tenaga ahli dari pusat litbang kementerian kehutanan RI
- Gratis
penggantian pohon jika pohon mati, rusak, hilang, dan akibat bencana alam
(syarat dan ketentuan berlaku)
Dalam waktu yang tidak terlalu lama
Cluster Green Property sudah banyak yang terjual, berikut beberapa cluster yang
sudah terjual :
Cluster yang tersedia saat ini per aktivasi 21 Maret 2014 adalah Cluster di daerah Sinar Jaya, Kecamatan Bungbulang -
Kabupaten Garut, Propinsi Jawa Barat
Subscribe to:
Posts (Atom)




